Sang Waktu mendapat undangan dari sahabatnya untuk menghadiri sebuah Launching sebuah Apartement yang disebut Surga Dunia oleh kalangan pengusaha real estate dan mass media. Launching tersebut dihadiri oleh The First Man beserta staft-stafnya. Begitu meriah dan fantastic acara tersebut. Sambutan-sambutan begitu antusias, terlebih saat Mr Polan bercerita bagaimana beliau mencapai taraf seperti saat ini “KESUKSESAN”. Seusai acara tersebut Mr Polan mengajak Sang Waktu untuk menemaninya pulang. Sampai dirumah Mr Polan, Sang Waktu bertanya
“ Sahabat … Selamat dan Sukses, hari ini saya bangga ternyata kamu berhasil mencapai apa yang menjadi keinginanmu. Uang berlimpah, Rumah Mewah, Terkenal dan Menjadi panutan baik oleh karyawan, mitra kerja bahkan The First Man menganugerahkan engkau sebagai Pengusaha yang mampu menjaga keseimbangan alam, tetapi mengapa engkau tampak kosong dan merasa ada sesuatu yang hilang, berbeda saat engkau di acara tadi”
Mr Polan menghirup nafas panjang dan menghembuskannya dengan cepat, lalu menjawab,
“ Sahabat engkau tahu AKU, engkau mengenal AKU dan engkau dapat memahami AKU, saat ini pula engkau pasti dapat merasakan apa yang AKU rasakan, disatu sisi aku bagai seekor burung, saat ini aku dapat berkicau dan terbang tinggi, disatu sisi aku bagaikan seekor katak yang mengharapkan Sang Hujan”
Sejenak Mr Polan terdiam lalu melanjutkan
“ Sahabat sebagai burung aku dapat berkicau merdu dan terbang tinggi, namun lihatlah setelah aku kembali ke rumah, sepi … kosong. Apakah untuk mencapai kesuksesan KITA harus merelakan sesuatu untuk hilang dari diri KITA?”
Sang Waktu terdiam mendengar jawaban dan pertanyaan dari sahabatnya lalu Sang Waktu berlalu melanjutkan perjalanannya, Sang Waktu berharap dan yakin sahabatNya dapat menemukan jawabannya sendiri seiring Sang Waktu berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar